Kamis, 07 Juli 2016

Mboyong Temanten / Ngunduh Mantu

Kedatangan Permaisuri di Rumah

Sepasang Pengantin
Setelah menyelenggarakan upacara pernikahan di rumah mempelai wanita, orang tua mempelai pria mendatangkan kedua pengantin dan keluarga mempelai wanita dan biasanya upacara ini dilangsungkan setelah lima hari sejak digelarnya upacara perkawinan. Upacara seperti ini disebut Ngunduh Temanten atau Ngunduh Mantu. Proses ngunduh mantu ini dilakukan dengan cara mengundang orang tua mempelai wanita untuk melakukan upacara penyerahan anak perempuannya kepada pihak keluarga mempelai pria. Sebenarnya ngunduh mantu ini nggak wajib tapi beberapa orang tua pengantin pria masih banyak yang melakukannya sebagai rasa syukur karena mendapatkan menantu yang sesuai dengan harapan.
Dekorasi Pengantin
Nich dia rombongan pengantin datang bersama pengombyong dari rumah mempelai wanita, ada keluarga besar, tetangga dekat dan kerabat dekat. Para penerima tamupun menyambut dengan senyum yang mempesona dan senyuman merekapun terpancar bak matahari yang bersinar. Jadi bisa njemur pakaian ya kalo gitu…… hehehehehe.
Penyambutan Pengantin
Menuju Singgasana
Setelah pengantin duduk di singgasana penyerahan pengantinpun dimulai dari keluarga mempelai wanita kepada keluarga besar mempelai pria, dan dilanjutkan penerimaan pengantin wanita yang diwakili dari keluarga mempelai pria.
Perwakilan Keluarga Pengantin Wanita
Perwakilan Keluarga Pengantin Pria
Penyerahan dan penerimaan kedua mempelaipun telah diterima dengan baik dan dilanjutkan sambutan dari kepala desa. Ngomong-ngomong tentang kepala desa nich…. Orangnya gaul…. Umur boleh nambah tapi jiwa tetep muda xixixiixixi, apalagi nich dia punya ciri khusus dalam dirinya yaitu punya “Gucrut” atau rambut bagian belakang yang dipanjangkan dan dianggit. Kalian pengen tau nggak seberapa panjangnya??? Kalo pengen tau, sowan saja ke rumahnya. Hahahaha. Nich dia sosok kepala desa tempatku.
Sambutan Kepala Desa
Para tamu undangan yang hadir menikmati suguhan ala kadarnya yang telah disediakan oleh tuan rumah. Mereka sangat menikmati momen seperti ini, momen indah dan bahagia melihat sepasang pengantin, kalo yang sudah tua jadi pengen  kembali muda lagi. Coba aja kalo bisa, hahahahha. Dan di momen seperti ini dapat saling jumpa, menambah silaturahmi dengan teman ato tetangga karena jarang kumpul, kan sibuk urusan masing-masing. Aji mumpung dech jadinya, hehhehe.
Tamu Undangan
Memandang Pengantin
Menikmati Hidangan 
Acara berikutnya penutup dan diakhiri dengan doa penutup yang diisi oleh Bpk Aan selaku pemuka agama di daerahku, dia masih sodara dengan keluarga kami, orangnya religious sekali. Kalo kalian mau belajar agama dengan beliau bisa datang kerumahnya ato menemui beliau di tempat kerjanya SMK SW Tegalrejo. Tapi jangan lupa gula tehnya ya….. hahahahaha.
Tausiyah Dari Bapak Aan
     Acara penutup disertai doapun selesai kemudian para tamu undangan berpamitan pulang. Sepasang pengantinnyapun harus stand by untuk bersalam-salaman mengantar kepergian para tamu. Jangan langsung ke belakang ya….. ntar ke belet pipis. Ckckckckck 
Berpamitan
Saling Bersalam-salaman
Mengucapkan Selamat Tinggal
         Berakhir sudah acara Mboyong Manten, sekarang giliran foto keluarga nich dan juga foto bareng temen-temen seperjuangan. Serbu…………….. 
Keluarga Kebonrejo
Keluarga Pak Ndori
Keluarga Pak Hirhanto
Keluarga Pak Yanto
Keluarga Pak Sugeng
Keluarga Ibu Siti Koyumi
Keluarga Pak Yono
Keluarga Pak Sucep
RST Poenya
Keluarga Mas Galih
Keluarga Mas Nur
Alumni Sutanagari
Sinoman
Kakak Tercinta
Keluarga Mbak Pipit
Pipit Junior
Mas Tegar
Mbak Sifa Vs Mbak Nanda


Tidak ada komentar:

Posting Komentar